Laa tahzan ya Abi..
Tuhan belum membukakan hijab untuk kita..
Bersabarlah.
Sesungguhnya dibalik selaput mataku juga berembun..
Tapi apa kau tau..
Gugusan kesedihan hanya akan menyekat selaksa do'a kita..
Bukankah Tuhan kita hanya Dia..?
Laa Tahzan ya Abi..
Waktu cuma lorong ilusi yang berujung pada ketiadaan..
Dunia dgn segala cerita ksedihannya hanya akan berakhir kemusnahan..
Aku bukan seorang tabib.. Juga bukan Dokter..
Maaf,jika aku cuma bisa meyakinkan kafiat mantra-matra dariNya..
Sembari menghitung setiap titik noda dosa yang mungkin belum kita tebus..
Laa tahzan ya Abi..
Tak ada hari yang tak berakhir senja..
Tapi aku ingin kita bertemu senja selayaknya mencium altar masjid
Setidaknya airmata kita diridhaiNya
Laa tahzan ya Abi..
Bukankah para Anbiya juga melewati takdir yang serupa,bahkan lebih..
Perlu ku'ejakan lagi petuah yang kerap kau ajarkan "tak ada yang lebih mahal dari iman"..
Bukan begitu Abi??
Biar ku'urai sulur-sulur rambutmu yang kian kusut,
Niscaya aku akan temukan suatu penyembuh..
Biar ku bolak balik Al-Qur'an..
Malaikat pasti tidak akan diam saja..
Maka tersenyumlah..
Laa tahzan ya abi..
Allah sedang mencoba kita
Dihadapi atau tidak,Dia penentu segalanya
Tersenyumlah..
semoga mendung ini cepat berlalu..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar