Kedatangan penghujan kiranya jadi luka akhir tahun
Nafasku berupaya menyusun rangkaian kalimat,
Namun selalu runtuh..
Hujan turun lebat setiap hari dan malam
Sajak-sajakku hanya bisa kupendam dalam pikiran
Lantas bagaimana menyentuh pengertian;
sementara disekitarku beragam keluhan dan teriakan memenuhi benakku?
Keluh kesah mereka yang tak beraturan,
Membuatku mengurungkan pesan kalbu yang sangat menyesak
Jikapun hujan mereda..
Kemana kulemparkan sajakku?
Adakah nurani yang belum terkontaminasi?
Adakah jiwa yang besrsesuaian dengan kebenaran?
Sementara aku mendengarkan gemericiknya,
Yang juga tak kuasa kuartikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar