Senja pun turun..,
membawa bola-bola pijar
Sedangkan pikiranku berjalan mundur,
Dan terkadang meloncat-loncat ke hari esok yang samar,
Kemudian terdiam..
Perlahan menanjaki temaram
Selalu saja Adzan yang awal kali menyapa;
Dimana harapan bserta kecemasan mesti rebah dihamparan sajadah
Aku tertegun..
Kupungut ceceran kristal di layu mataku
Aku merasa ingin bicara dengan Tuhan,
Untuk bertanya, "mengapa?!,Kapan?!,
Serta bagaimana?!"..
Ku bolak-balik lembaran-lembaran Kalamullah..
Mencoba menemukan jawaban dengan keterbatasan lisanku.
Argumentasiku tersendat,
Kala Rabb menuturkan rahasia hidup.
.. .. ..,..
Begitu sederhana kucerna maknanya..
Tak ada yang bisa kurubah dengan tanganku,
Apalagi dengan kesedihan.
malam menjadi cermin..
Untukku bicara dengan naluriku sendiri
Hingga kian larut nanti,
Bermimpi.. Atau hanya bertemu pagi,
Menanti malam kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar