Selasa, 19 Agustus 2014

.. .. ..

Betapapun..
udara masih kureguk saat ini..
Hingga aku masih tetap menulis sajak..
Meski tanpa majas..
Meski tanpa pengandaian..
Meski tanpa judul..

Terlebih sekarang aku hidup di negeri lebay..
Dimana banyak manusia saling mencaci satu sama lain..
Dimana para muda-mudi saling mendewakan cinta..
dimana orang-orang lebay menuding lebay..
Dimana kebenaran telah menjadi sesuatu yang naif,
Sedangkan keburukan menjadi romantis..
.. ..
Aku khawatir sajak-sajak kita disalah artikan..

Andai mereka tau,
Kita tak pernah melibatkan sekuntum bunga untuk menyatakan apa yang juga mereka nyatakan

Andai mereka mengerti..
Kita punya kemesraan melebihi cerita drama

Kita bercinta diantara langit dan bumi..
Diantara takdir dan nasib..
Diantara gelap dan terang
Diantara siang dan malam
Diantara tangis dan tawa
Diantara hidup dan keabadian..

Aku terdampar disini,
Di negeri antahbarantah..
Yang berbau amis kenistaan..

ingin 'kusudahi sajakku..
Tapi bagaimana mungkin aku mampu berkhianat?
.. ..
Sedangkan aku hanya punya sajak,
Untuk semua apa yg kita cita-citakan dulu..
Sebelum kau pergi untuk selamanya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar