Selasa, 19 Agustus 2014

I R O N I (Part V)

Entah apa yang mereka tertawakan
Terbahak-bahak tidak karuan..
Ada yang berjoget,
Ada yang jadi banci,
Ada yang antri audisi
Ada yang mencari sensasi
Ada juga yang tak tau diri,
Meski benak tidak berisi,
Yang penting mejeng di TV
.. ..
Sementara negeri ini krisis,
Dan terus menuai caci maki
.. ..

Entah apa yang mereka banggakan;
Wajah pas-pasan,
Konon lagi rupawan,
Tapi merasa cantik dan merasa tampan,
Walau tidak berwawasan

Ironisnya mereka nampang di layar kaca;
Sehari semalam ngoceh tanpa makna.
Ada yang narcis adu kecantikan
Ada yang pengen jadi pejabat pemerintahan,
Ada juga yang was-was,
Lantas mengambil jalan pintas asal bisa makan.

Hari demi hari
Negeri ini mati suri
Terlelap dengan goyang,
serta lagu murahan penghancur generasi
Tahun demi tahun
Negeri ini tak terbangun,
Seiring waktu anak-anak pintar melarikan diri ke negeri serumpun
Karena tak diberi kesempatan membangun.

Mereka terus saja tertawa girang
Meski harkat martabatnya dihina orang
Mereka mengisi waktu sempit maupun waktu luang
Mereka kian jalang
Tak perduli semua kehormatan tergadai atau terbuang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar